Our will be upgrading to Prmium account and realase a good website

Thursday, November 1, 2012

Penerapan Integral Dalam Kehidupan Sehari-hari


Luas Daerah Datar
Perhatikan daerah di bawah kurva y = f (x) di antara dua garis tegak x = a dan x = b di atas sumbu x , dengan f fungsi kontinu. Seperti pada saa mendefinisikan integral tertentu, kita bagi interval [a,b] menjadi n sub interval dengan lebar sama dan selanjutnya kita hampiri sub interval ke- I dengan persegi panjang

dengan lebar Δx = (b a) / n dan tinggi ( * ) f xi (lihat gambar, kita boleh saja mengambil semua titik sample berupa titik ujung, yakni xi* = xi ). Dengan demikian jumlah Riemann
merupakan hampiran luas dari daerah dibawah kurva y = f (x) tersebut.
Hampiran akan semakin baik, mendekati luas sesungguhnya, jika n →∞. Oleh karena itu luas daerah di bawah kurva y = f (x) di antara dua garis tegak x = a dan x = b di atas sumbu x didefinisikan sebagai nilai limi dari jumlah luas persegi panjang tersebut, yaitu
Contoh 1 :
Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh y = 2x ,sumbu x, x = 1 dan x =3
Penyelesaian :
Luasnya adalah
Untuk daerah yang dibatasi oleh dua kurva y1 = f (x) dan y2 = g(x) di antara dua garis tegak x = a dan x = b dengan f dan g kontinu dan f (x) g(x) untuk semua x pada [a,b] luasnya adalah
Volume Benda Putar
Metode cakram
Daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x), sumbu x pada [a,b] diputar terhadap sumbu x, adalah
Volume = Luas alas x tinggi
=      vi.r^2.t



Volume sebenarnya
Metode Kulit
Daerah Yang dibatasi oleh kurva y = f(x), garis x = a dan x = b, sera sumbu x, diputar terhadap sumbu y. Maka volume benda yang dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut :
Interval [a.b] dibagi menjadi n bagian sub interval yaitu ; a = x0, x1, x2, … , xn= b yang
masing-masing panjangnya i Δ x = xi – xi-1. Maka jika luasan pada [xi-1, xi] diputar
mengelilingi sumbu y, maka diperoleh tabung Vi , yang volumenya adalah
Sehingga diperoleh
Sedangkan volume sesungguhnya adalah
atau
Panjang Busur
Akan dihitung panjang busur AB dari kurva y = f(x) pada [a,b]
Diambil partisi P={a = x0, x1, x2, … , xn = b } pada [a,b], sehingga terdapat titik A=P0 P1, … , Pn = B yang terletak pada kurva. Panjang busur AB didekati oleh jumlah panjang n buah tali busur P0 , P1, … ,Pn-1 , Pn , yaitu :
Untuk P 0 atau n→ ∞ diperoleh
Panjang busur AB adalah :
atau
Secara sama untuk kurva x = g(y) pada [c,d], dapat dicari
Integral Fourier dan Transformasi Fourier
Suatu fungsi dapat diekspansikan secara fourier, bila kalanya telah bersifat tak berhingga. Akibatnya, fungsi yang semula dipandang sebagai berkala, sekarang telah menjadi tidak berulang lagi dalam selang -∞  dan ∞.
Sedangkan persamaan menjadi
Dengan mengganti a à ∞ maka Δk à dk dan k tidak lagi diskret melainkan berubah secara scalar, dalam mengambil limit itu akan menjadi dalam bentuk :
dengan
Persamaan Reaksi Dwi Molekul
Misalkan konsentrasi molekul A dan B pada saat awal masing-masing a dan b, dan misalkan pula konsentrasi molekul C yang dibentuknya pada saat t ialah x, maka kecepatan reaksinya akan sebanding dengan produk konsentrasi antara molekul A dan Molekul B pada saat t. Dengan demikian persamaan kecepatan reaksinya akan ditentukan  oleh
Dimana p dan q masing-masing menyatakan sebagai perbandingan pengurangan konsentrasi molekul A dan B, sedang k juga suatu tetapan. Dalam hal ini jelas p+q = 1 dan diandaikan bahwa tidak penyusutan konsentrasi total akibat reaksi, Penyelesaian persamaan diperoleh melalui integrasi :
Dengan C sebagai factor integrasi. Karena pada saat t=0, x=0, kita dapatkan , sehingga diperoleh
atau
Kita melihat, kalau a = b, maka dapat dipahami kalau juga p = q, sehingga penyelesaian tidak tentu. Oleh karena itu, kita harus meninjau persamaan dari mula sebagai oleh

No comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Blog Archive

Subscribe To

Translate